a.
System Nomenklatur
Tatanama organik adalah suatu cara sistematik untuk memberi
nama senyawa organik yang direkomendasikan oleh International Union of
Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Idealnya, setiap senyawa organik
harus memiliki nama yang dapat digambarkan formula struktural
dengan jelas.
Pemberian nama diberikan berdasarkan jumlah atom karbon,
bentuk, dan jenis ikatan. Atom karbon memiliki empat elektron valensi
sehingga pada keadaan normal, atom karbon akan mengikat empat atom lainnya.
Pada kenyataannnya atom karbon bisa mengikat tiga atau dua atom lain. Keadaan
yang seperti inilah yang menimbulkan adanya perbedaan cara penamaan.
adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan
kovalen tunggal saja. sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh….karena jumlah
atom Hidrogen dalam tiap2 molekulnya maksimal. Memahami tata nama Alkana sangat
vital, karena menjadi dasar penamaan senyawa2 karbon lainnya.
Sifat-sifat Alkana
- Hidrokarbon
jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya
maksimal)
- Disebut
golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
- Sukar
bereaksi
- Bentuk
Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17
pada suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
- Titik
didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah atom C sama
maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
- Sifat
kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
- Massa
jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
- Merupakan
sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
Rumus umumnya CnH2n+2
Deret homolog alkana
Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon
dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku
berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka
tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.
Sifat-sifat deret homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya
n
Rumus
Nama
1.
CH4
= metana
2 . C2H6
= etana
3 . C3H8
= propana
4.
C4H10
= butana
5. C5H12
= pentana
6.
C6H14
= heksana
7.
C7H16
= heptana
8.
C8H18
= oktana
9.
C9H20
= nonana
10.
C10H22
= dekana
11.
C11H24
= undekana
12.
C12H26
= dodekana
TATA NAMA ALKANA
1. Nama alkana didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai
rantai utama. Apabila ada dua atau lebih rantai yang terpanjang maka dipilih
yang jumlah cabangnya terbanyak
2. Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama. di
depan nama alkananya ditulis nomor dan nama cabang. Nama cabang sesuai dengan
nama alkana dengan mengganti akhiran ana dengan
akhiran il(alkil).
3. Jika terdapat beberapa cabang yang sama, maka nama cabang
yang jumlah C nya sama disebutkan sekali tetapi dilengkapi dengan awalan yang
menyatakan jumlah seluruh cabang tersebut. Nomor atom C tempat cabang terikat
harus dituliskan sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan =
awalan yang digunakan), yaitu di = 2, tri = 3, tetra =4, penta = 5 dan
seterusnya.
4. Untuk cabang yang jumlah C nya berbeda diurutkan sesuai
dengan urutan abjad ( etil lebih dulu dari metil ).
5. Nomor cabang dihitung dari ujung rantai utama yang terdekat
dengan cabang. Apabila letak cabang yang terdekat dengan kedua sama dimulai
dari :
• Cabang yang urutan abjadnya lebih dulu ( etil lebih dulu dari
metil )
• Cabang yang jumlahnya lebih banyak ( dua cabang dulu dari satu
cabang )
Contoh :
pertama kali kita tentukan rantai utamanya…..Rantai utama adalah
rantai terpanjang :
rantai utamanya adalah yang di kotak merah…… Kenapa?? coba kalian perhatikan sisi sebelah kiri, bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) maka sama2 akan bertambah 2 atom C tapi hanya akan menimbulkan satu cabang (bagian yang belok ke bawah)….sedangkan bila kita belokkan ke bawah akan timbul 2 cabang (Aturan no 1). Sekarang coba kalian perhatikan bagian kanan, penjelasannya lebih mudah….bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) hanya bertambah satu atom C sedangkan bila belok ke bawah maka akan bertambah 2 atom C. Jadi rangkaian rantai utama itu boleh belak-belok dan gak harus lurus……asal masih dalam satu rangkaian yang bersambungan tanpa cabang.
• bila dari ujung rantai utama sebelah kiri maka etil terletak
di atom C rantai utama nomor 3 dan metil terletak di atom C rantai
utama nomor 2 dan 6
• bila dari ujung rantai utama sebelah kanan maka etil terletak
di atom C rantai utama nomor 6 dan metil di atom C rantai utama nomor 3
dan 7
kesimpulannya kira urutkan dari ujung sebelah kiri…..
Urutan penamaan : nomor cabang – nana cabang – nama rantai induk
jadi
namanya
: 3 etil 2,6 dimetil oktana
cabang etil disebut lebih dahulu daripada metil karena
abjad nama depannya dahulu (abjad “e” lebih dahulu dari “m”). karena cabang
metil ada dua buah maka cukup disebut sekali ditambah awalan “di” yang artinya
“dua”. karena rantai utamanya terdiri dari 8 atom C maka rantai utamanya
bernama : oktana.
CH2 (warna biru) merupakan bagian tenganh rantai lurus
CH (warna oranye) percabangan tiga
C (warna merah) percabangan empat
Kegunaan alkana, sebagai :
• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri
Alkena (Olefin)
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan
rangkap 2 (-C=C-)
Sifat-sifat Alkena
- Hidrokarbon
tak jenuh ikatan rangkap dua
- Alkena
disebut juga olefin (pembentuk minyak)
- Sifat
fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur –> 2-metil-2-butena)
- Sifat
sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
- Sifat-sifat
: gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara
(pada konsentrasi 3 – 34 %)
- Terdapat
dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
Rumus umumnya CnH2n
TATA NAMA ALKENA
hampir sama dengan penamaan pada Alkana dengan perbedaan :
- Rantai
utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang. Nama
rantai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena. Sehingga
pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan
dan kirinya dan dipilih sebelah kanan dan kiri yang terpanjang.
- Nomor
posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan dihitung dari
ujung sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil.
- Urutan
nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang
rantai utama.
Jadi namanya : 3
etil 4 metil 1 pentena
1 pentena dapat diganti dengan n-pentena atau khusus ikatan
rangkap di nomor satu boleh tidak ditulis….sehingga namanya cukup : pentena.
Nomor cabang diurutkan sama dengan urutan nomor ikatan rangkapnya. Pada soal di
atas dari ujung sebelah kanan….
Kegunaan Alkena sebagai :
- Dapat
digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
- Untuk
memasakkan buah-buahan
- bahan
baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.
Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan
rangkap 3 (–C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.
Rumus umumnya CnH2n-2
Tata namanya
juga sama dengan Alkena….namun akhiran -ena diganti -una
Kegunaan Alkuna sebagai :
- etuna
(asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
- untuk
penerangan
- Sintesis
senyawa lain.
b. Isomer
Struktural
Isomer struktural adalah senyawa dari rumus
kimia yang sama yang memiliki struktur dan sifat yang berbeda didasarkan pada
bagaimana konstituen atom mereka diurut. Sebagai contoh, ada dua isomer
struktural dengan sama rumus kimia C4H10, CH3CH2CH2CH3 butana yaitu
normal dan metilpropana (CH3)2CHCH2CH3. Sangat menarik untuk dicatat butana yang normal
mendidih pada -0.5 derajat Celsius, sedangkan metilpropana mendidih pada suhu
28 derajat Celcius. Karena jumlah atom bertambah, jumlah isomer meningkat. Ada
tiga isomer struktural dengan rumus kimia C5H12, lima dengan rumus C6H14 dan sembilan dengan rumus C7H16.
Isomer struktural karbon tidak dibatasi hanya untuk karbon dan
hidrogen, meskipun mereka adalah contoh paling terkenal dari isomer struktural.
Di lemari obat rumah tangga orang dapat menemukan C3H8O, atau isopropil alkohol, kadang-kadang
diidentifikasi sebagai “alkohol.” Rumus struktur adalah CH3CH (OH) CH3. Selain itu, ada
n-propil alkohol, CH3CH2CH2 (OH) dan bahkan eter metiletil, CH3OCH2CH3, meskipun tak satu pun dari kedua senyawa ini
kemungkinan akan ditemukan di rumah. Juga ada isomer struktural senyawa karbon
yang mengandung atom lain.
c.
Isomer pada Alkana
Tabel: Jumlah isomer
alkana dari beberapa senyawa
Jumlah atom C
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
15
|
20
|
Rumus molekul
|
C4H10
|
C5H12
|
C6H14
|
C7H16
|
C8H18
|
C9H20
|
C10H22
|
C15H32
|
C20H42
|
Jumlah isomer
|
2
|
3
|
5
|
9
|
18
|
35
|
75
|
4.347
|
366.319
|






