2. Bila absorpsi sinar UV olek ikatan rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital yang berenergi lebih tinggi. transisi elektron manakah memerlukan energi terkecil bila sikloheksena berpindah ke tingkat tereksitasi
Jawab:
1. Sifat partikel dan gelombang suatu materi ini tidak tampak sekaligus,sifat yang tampak jelas hal ini bergantung pada perbandingan panjang gelombang de Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang berinteraksi dengannya. Dalam kehidupan nyata asas de Broglie ini bisa di lihat pada momentum petir dan kilat. Dimana kilat akan terjadi terlebih dahulu kemudian akan terdengar sura petir. Dari peristiwa tersebut dapat diketahui bahwa kilat merupak sifat gelombang berwujud cahaya sedangkan petir merupakan sifat partikel yang berupa suara.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu fakta yang mendukung konsep De Broghlie. Hal inilah yang menjadi
dasar dari teori mekanika kuantum yang merupakan teori atom modern yang saat
ini digunakan. Teori mekanika kuantum ini dikemukakan oleh Erwin Schrodinger, selain
itu ada pula seorang ahli fiska jerman Werner
Heseinberg ,dimana dia menyatakan bahwa “elektron tidak dapat
ditentukan keberadaannya secara pasti “.
Orbital molekul ikatan memiliki
energi yang lebih rendah dan kestabilan yang lebih rendah dibandingkan
orbital-orbital atom pembentuknya.
Orbital molekul antiikatan memiliki
energi yg lebih tinggi dan kestabilan yang lebih rendah dibandingkan
orbital-orbital atom pembentuknya.Di dalam OM menunjukkan permukaan dengan kerapatan
elektron tetap/konstan sehingga elektron memiliki kemungkinan untuk berada
didalamnya. Sehingga sebuah elektron dalam sebuah OM seperti dalam gambar akan
berada dalam dalam daerah ikatan. Sebuah elektron dalam orbital ikatan
cenderung untuk bersama dalam inti positif, sehingga mengikatnya bersama secara
elektrostatik dan meningkatkan kestabilan molekul. Meningkatnya kestabilan
berhubungan dengan rendahnya energi, sehingga energi ikatan lebih rendah
dibanding energi orbital atom awal. Sebuah elektron pada antiikatan sebagian
besar waktunya diluar inti.
Elektron di
anti ikatan cenderung mengurangi kestabilan molekul dengan menarik inti
menjauh. Sebuah elektron antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan
elektron pada orbital awal. Sehingga Elektron ikatan memiliki energi lebih
rendah, sedangkan orbital antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan
orbital awal.
2. Energi yang dimiliki sinar UV mampu menyebabkan perpindahan elektron (promosi elektron) atau yang disebut transisi elektronik. Transisi elektronik dapat diartikan sebagai perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital yang lain. Disebut transisi elektronik karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang memiliki energi lebih rendah jika melepaskan energi.
Dalam satu molekul terdapat dua jenis orbital yakni Orbital Ikatan (bonding orbital) dan Orbital Anti-ikatan (antibonding orbital). Orbital
ikatan di bagi menjadi beberapa jenis yakni orbital ikatan sigma (σ, =
ikatan tunggal) dan orbital phi (π, = ikatan rangkap), sedangkan orbital
nonikatan berupa elektron bebas yang biasanya dilambangkan dengan n. Orbital nonikatan umumnya terdapat pada molekul-molekul yang mengandung atom nitrogen, oksigen, sulfur dan halogen.
Orbital ikatan
sigam (σ) dan orbital phi (π) terbentuk karena terjadinya tumpang tindih
dua orbital atom atau orbital-orbital hibrida. Dari dua orbital atom
dapat dibentuk dua orbital molekul yakni orbital ikatan dan orbital anti
ikatan.
Dengan demikian
jika suatu molekul mempunyai orbital ikatan maka molekul tersebut
mempunyai orbital anti ikatan. Orbital anti-ikatan biasanya diberi
notasi atau tanda asterisk atau bintang (*) pada setiap orbital yang
sesuai. Orbital ikatan α orbital anti-ikatannya adalah α*, sedangkan
orbital ikatan π orbital anti-ikatannya adalah π*.
Transisi
elektronik atau perpindahan elektron dapat terjadi dari orbital ikatan
ke orbital anti-ikatan atau dari orbital non-ikatan (nonbonding orbital)
ke orbital anti-ikatan. Terjadinya transisi elektronik atau promosi
elektron dari orbital ikatan ke orbital antiikatan tidak menyebabkan
terjadinya disosiasi atau pemutusan ikatan, karena transisi elektronik
terjadi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari pada vibrasi inti.
Pada transisi
elektronik inti-inti atom dapat dianggap berada pada posisi yang tepat.
Hal ini dikenal dengan prinsip Franck-Condon. Disamping itu dalam proses
transisi ini tidak semua elektron ikatan terpromosikan ke orbital
antiikatan.
Berdasarkan jenis orbital tersebut maka, jenis-jenis transisi elektronik dibedakan menjadi empat macam, yakni:
1) Transisi σ → σ*
2) Transisi π → π*
3) Transisi n → π*
4) Transisi n → σ*
Keterangan
· σ : senyawa-senyawa yang memiliki ikatan tunggal
· π : senyawa-senyawa yang memiliki ikatan rangkap
· n menyatakan orbital non-ikatan: untuk senyawa-senyawa yang memiliki elektron bebas.
· σ* dan π*
merupakan orbital yang kosong (tanpa elektron), orbital ini akan terisi
elektron ketika telah atau bila terjadi eksitasi elektron atau
perpindahan elektron atau promosi elektron dari orbital ikatan.
Energi yang
diperlukan untuk menyebabkan terjadinya transisi berbeda antara transisi
satu dengan transisi yang lain. Transisi σ ke σ* memerlukan energi
paling besar, sedangkan energi terkecil diperlukan untuk transisi dari n
ke π.
Untuk
memberikan gambaran dan memudahkan pemahaman tentang jenis transisi
beserta perbandingan energi yang diperlukan dapat dilihat pada gambar
berikut:
menurut saya jawaban nomor 1 itu sudah benar akan tetapi saya ingin menjawab pertanyaan nomor 1 tersebut menurut pendapat saya
BalasHapusMekanika kuantum adalah cabang dasar fisika yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom. Ilmu ini memberikan kerangka matematika untuk berbagai cabang fisika dan kimia, termasuk fisika atom, fisika molekular, kimia komputasi, kimia kuantum, fisika partikel, dan fisika nuklir. Mekanika kuantum adalah bagian dari teori medan kuantum dan fisika kuantum umumnya, yang, bersama relativitas umum, merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit berupa 'paket' atau 'kuanta'. Konsep ini cukup revolusioner, karena bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.
Menurut “Louis de Broglie”, elektron bersifat gelombang dan partikel. Ia menyatakan bahwa hipotesis adalah gelombang materi dinyatakan pada tahun 1924. Secara khusus digunakan untuk menjelaskan sebaran intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam. Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda.
Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal: tidak ada penjelasan jelas untuk kuantisasi. Mereka dikenal sebagai teori kuantum lama. Frase "Fisika kuantum" pertama kali digunakan oleh Johnston dalam tulisannya Planck's Universe in Light of Modern Physics (Alam Planck dalam cahaya Fisika Modern). Mekanika kuantum modern lahir pada tahun 1925, ketika Werner Karl Heisenberg mengembangkan mekanika matriks dan Erwin Schrödinger menemukan mekanika gelombang dan persamaan Schrödinger. Schrödinger beberapa kali menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut sama.
terimah kasih.
Assalamualaikum wr wb . . .
BalasHapusBaiklah, nama saya Yamin. Menurut saya, ada baiknya soal no 1 ditambahkan gambar pendukung jawaban agar dapat memudahkan kami dalam memahami materi tersebut, seperti soal no 2 yang disertai gambar dalam menjawabnya sehingga dapat dipahami dengan mudah dan cepat.
Terima kasih . . .
terimakasih kepada saudari nurussalamia dan muhammad azhabul yamin atas penambahannya
BalasHapus