Orbital atom adalah sebuah fungsi matematika
yang menggambarkan perilaku sebuah elektron ataupun sepasang elektron
bak-gelombang dalam sebuah atom.
Fungsi ini dapat digunakan untuk menghitung probabilitas penemuan elektron
dalam sebuah atom pada daerah spesifik mana pun di sekeliling inti atom. Dari
fungsi inilah kita dapat menggambarkan sebuah grafik tiga dimensi yang
menunjukkan kebermungkinan lokasi elektron. Oleh karena itu, istilah orbital
atom dapat pula secara langsung merujuk pada daerah tertentu pada sekitar atom
yang ditentukan oleh fungsi matematis kebermungkinan penemuan elektron.
Secara spesifik, orbital atom menyatakan keadaan kuantum
yang mungkin dari suatu elektron dalam sekumpulan elektron di sekeliling atom.
a.sifat
gelombang
mekanika kuantum
adalah subjek matematik. Untuk dapat mengerti mngenai ikatan kovalen, maka
hanya diperlukan hasil dari studi mekanika kuantum daripada persamaan
matematikanya sendiri. Mula-mula akan dimulai dengan beberapa gelombang diam
yang sederhana yaitu jenis gelombang yang dihasilkan bila orang memetik senar.
Jenis gelombang menunjukkan gerak hanya dalam satu dimensi. Dua gelombang diam
dapat sefase atau keluar fase yang satu terhadap yang lain. Keadaan antara
dalam mana gelombang hanya sebagian sefasa juga mungkin. Bila amplitudo positif
dan negatif dari dua gelombang saling sesuai, kedua gelombang tersebut sefasa.
Bila tanda matematik dari amplitudo saling berlawanan, gelombang keluar fase.

Meskipun sistem gelombang tiga dimensi lebih rumit
daripada sistem satu dimensi namun, prinsipnya sama. Masing-masing orbital atom
dari atom berkelakuan seperti fungsi gelombang dan dapat mempunyai amplitudo
positif atau negatif. Bila orbital mempunyai amplitudo positif dan negatif maka
orbital mempunyai simpul. Satu satu orbital atom dapat bertumpang tindih dengan
orbital atom dari atom lain secara matematik, fungsi gelombang yang
menggambarkan setiap orbital yang tumpang tindih dijumlahkan bersama.
Perhitungan ini dikenal sebagai kombinasi linear dari orbital atom, atau teori
(LCAO). Bila orbital yang bertumpang tindih sefase hasilnya adalah perkuatan
fase menghasilkan interferensi, yang menimbulkan simpul antara dua inti.
Interferensi menuju ke orbital molekul anti-ikatan. Perluasan dari definisi
orbital ikatan dan anti-ikatan.
b.
orbital ikatan dan anti-ikatan
bila sepasang
gelombang saling tumpang tindih, maka mereka dapat saling memperkuat atau
salaing berinterferensi. Penambahan dari dua orbital atom 1s dari dua atom H
yang sefase menghasilkan perbuatan dan menghasilkan orbital molekul ikatan o dengan
rapat elektron yang tinggi antara inti yang berikatan.
Bila dua gelombang berlawanan fase, mereka saling
mengganggu. Interferensi dari dua orbital atom yang keluar fase dari dua atom
hidrogen memberikan orbital molekul dengan simpul antara inti. Dalam orbital
molekul ini, kebolehjadian menemukan elekron antara inti sangat rendah. Kaarena
itu orbital molekul jhas ini menimbulkan sistemdimana kedua inti tak dilindungi
oleh sepasang elektron dan intinya saling tolak menolak. Karena tolakan inti,
sitem ini energinya lebih tinggi daripada sitem dua atom H yang mandiri.
Orbital berenergi lebih tinggi ini adalah orbital anti-ikatan dalam hal ini
suatu orbital “sigma bintang” atau o* (* artinya “anti
ikatan”)
c.
orbital hibrida karbon
Bila atom hidrogen dari suatu molekul, maka digunakan
orbital atom 1s untuk ikatan. Keadaan dengan atom karbon agak belainan. Karbon
mempunyai dua elektron dalam orbital 1s karenanya orbital 1s merupakan orbital
terisi yang tidak digunakan untuk ikatan. Keempat elektron pada tingkat energi
kedua dari karbon adalah elektron ikatan.
Ada empat orbital atom pada tingkat energi kedua, satu
orbital 2s dan tiga orbital 2p. Namun demikian, karbon tidak menggunakan
keempat orbital dalam keadaan murninya untu ikatan. Sebagai gantinya karbon
bercampur atau hibridisasi yaitu empat orbital atom tingkat kedua menurut salah
satu dari tiga cara untuk ikatan.
·
Hibridisasi sp3


· Hibridisasi sp2, digunakan
bila karbon membentuk ikatan rangkap

·
Hibrida sp, digunakan bila karbon
membentuk ikatan ganda tiga atau ikatan rangkap terkumulasi (dua ikatan-rangkap
terhadap suatu aatom karbon tunggal)


Assalamualaikum. Saya ingin bertanya. Kita ketahui bahwa ada empat orbital atom pada tingkat energi kedua, satu orbital 2s dan tiga orbital 2p. Namun demikian, karbon tidak menggunakan keempat orbital dalam keadaan murninya untu ikatan, kenapa hal tersebut terjadi ?
BalasHapusWalaikumsalam, saya akan mencoba menjawab,dari buku yang saya baca bahwa hibridasi memberikan ikatan yang lebih kuat karena tumpang tindihnya lebih besar dan karena itu menghasilkan molekul berenergi lebih rendah, yang lebih stabil.selain itu setiap jenis hibridasi, bahwa bentuk setiap orbital hibrida menguntungkan untuk tumpang tindih maksimum dengan orbital atom lain. serta perhatikan bahwa geometri dari tiga jenis orbital hibrida memungkinkan gugus yang menempel untuk menempati tempat sejauh mungkin yang satu dari yang lain, sehingga mengurangi tolakan antara gugus-gugus tersebut.
BalasHapusBagus postingannya, Izinkan saya memberi saran yaitu coba saudari jelaskan secara detail pengertian hibridisasi
BalasHapusterimakasih untuk saudari vini, dari beberapa sumber yang saya baca Dalam kimia, hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital atom membentuk orbital hibrid yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan atom. Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul. Konsep ini adalah bagian tak terpisahkan dari teori ikatan valensi. Walaupun kadang-kadang diajarkan bersamaan dengan teori VSEPR, teori ikatan valensi dan hibridisasi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan teori VSEPR
BalasHapusDisini saya akan nenambahkan sifat gelombang dari elektron berdasarkan teori atom modern, yakni Ciri Khas Model Atom Meknika Gelombang :
BalasHapusGerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron